Tulisan: Tengku Malik (Kaherah). Disunting dan diulas oleh Dato’ Dr. Abu Anas Madani.
Perkara yang melemahkan iman
Antara ciri-ciri lemahnya iman:
- Apabila melakukan maksiat, tidak merasa takut kepada Allah SWT.
- Keras hati.
- Tidak melakukan ibadat secara itqan (dengan baik dan sempurna).
- Malas beribadat.
- Rasa sempit dada dalam mengamalkan Islam.
- Tidak terkesan dengan bacaan al-Quran.
- Lupa berzikir kepada Allah.
- Tidak merasa marah apabila maruah Islam dicabar.
- Suka menonjolkan diri.
- Ada sifat bakhil dalam diri.
- Mengatakan sesuatu yang dia sendiri tidak amalkan (lihat Surah as-Saff: 2–3).
- Gembira dengan musibah yang melanda umat Islam.
- Apabila melihat bencana alam, hanya mengatakan ia musibah alam tanpa mengaitkannya sebagai bala daripada Allah SWT.
- Memandang rendah perkara-perkara kebaikan.
- Tidak mengambil berat tentang isu umat Islam.
- Tercabutnya kasih sayang persaudaraan sesama umat Islam.
- Hilang rasa tanggungjawab terhadap agama.
- Merasa takut (gelisah) apabila turun bencana atau musibah.
- Banyak berbantah dan berkelahi.
- Hati banyak terikat dengan dunia.
- Bercakap tanpa berasaskan fakta (nas dan dalil), seperti menyebarkan hadis palsu.
- Terlalu berlebih-lebihan menjaga keperluan diri.
Perkara yang menyuburkan iman
Suburkan iman dengan ketaatan
Antara perkara yang perlu diberi penekanan untuk memperbaharui iman:
- Sentiasa memperbaharui kefahaman tentang Islam supaya memahami Islam dengan jelas.
- Membaca dan mentadabbur al-Quran.
- Merasai keagungan Allah SWT.
- Menuntut ilmu.
- Memperbanyak zikir kepada Allah dan menjadikannya amalan harian.
- Memperbanyak ibadat.
- Banyak berdoa agar dijauhkan daripada mati dalam keadaan su’ul khatimah.
- Banyak memikirkan akhirat.
- Banyak mengingati mati.
- Banyak berdoa kepada Allah SWT supaya dikurniakan iman yang sempurna.
Rujukan
1 sumber-
Al-Quran, Surah as-Saff (61): 2–3.
Quran.com
