Seorang arab badwi datang bertemu Rasulullah ﷺ dan berkata: Ajarkan saya satu ucapan yang akan saya ucapkan.” Sabdanya: “Ucapkanlah:
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْراً، وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْراً، سُبْحَانَ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ.
“Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah Yang Esa tiada sekutu bagi-Nya, Allah Maha Besar lagi Maha Agung, segala pujian sebanyaknya bagi Allah, Maha Suci Allah Tuhan sekelian alam, tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah yang Maha Mulia lagi Bijaksana.”
Kata orang badwi tersebut: “Ucapan itu untuk Tuhanku, apa pula ucapan untuk diriku?” Sabda Nabi ﷺ: “Ucapkanlah:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي.
“Ya Allah, ampunilah kesalahanku, kasihanilah aku, berilah hidayah kepadaku dan berilah rezeki kepadaku”1.